Menguak Lembaran Sejarah Lokal: Kajian dan Sosialisasi Periode Orde Baru di Gorontalo untuk Generasi Muda
DOI:
https://doi.org/10.37905/sjppm.v3i2.588Keywords:
Sejarah lokal, Orde Baru, Gorontalo, Contextual Learning, Pengabdian masyarakat.Abstract
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mengintroduksi dan menyosialisasikan sejarah lokal periode Orde Baru di Gorontalo kepada generasi muda, mengingat minimnya muatan sejarah daerah tersebut dalam literatur dan buku teks sejarah nasional. Kegiatan ini dilaksanakan di SMKS Bina Mandiri Bone Bolango pada tanggal 7 April 2026, dengan melibatkan 20 siswa kelas X dan guru mata pelajaran sejarah. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif-edukatif dengan penerapan model Contextual Learning (CTL), yang meliputi tahapan persiapan, implementasi melalui bedah sumber sejarah dan diskusi interaktif, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan kontekstual berhasil membangun kesadaran historis (historical awareness) siswa, di mana mereka mampu memahami dan mengaitkan dinamika lokal seperti transmigrasi, pembangunan infrastruktur, dan perubahan sosial-politik di Gorontalo pada masa Orde Baru, dengan kebijakan nasional. Sosialisasi ini tidak hanya menjembatani kesenjangan antara sejarah nasional dan realitas lokal, tetapi juga memberikan pengayaan sumber ajar bagi guru, sehingga pembelajaran sejarah di sekolah menjadi lebih kritis, relevan, dan bermakna bagi peserta didik.
References
Darmawan, W., & Winarti, M. (2017, 15 Juli). Pembelajaran sejarah lokal di tingkat persekolahan (Paper presentation). Seminar Nasional dan Kongres Asosiasi Pendidik dan Peneliti Sejarah (APPS), Medan, Indonesia.
Fauzan, R. (2020). Penulisan sejarah lokal Indonesia (Wacana magis-religio hingga pendekatan multidimensional). Prosiding Seminar Nasional Pendidikan FKIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa, 3(1), 367–375. https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/psnp/article/view/9953
Jumardi. (2022). Sejarah lokal dan public history (sejarah bagi masyarakat). Chronologia, 3(3), 100–107. https://doi.org/10.22236/jhe.v3i3.8921
Mareta, Y., & Jamil, R. N. (2022). Pembelajaran sejarah lokal: Enkulturasi berpikir kritis. Tarikhuna: Journal of History and History Education, 4(1), 1–11. https://doi.org/10.15548/thje.v4i1.4591
Prasetiya, A., Warto, & Sudiyanto. (2022). Sejarah lokal dalam Kurikulum Merdeka: Situs Loyang Mendale dan Loyang Ujung Karang sebagai muatan sejarah lokal dalam pembelajaran sejarah. Jurnal Pendidikan Sejarah Indonesia, 5(2), 238–249. https://doi.org/10.17977/um0330v5i2p238-250
Widja, I. G. (1991). Sejarah Lokal: Suatu Perspektif Dalam Mengajar Sejarah (Edisi 1). Jakarta: Angkasa.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Andris K. Malae, Tonny Iskandar Mondong, Helman Manay, Arya Blongkod, Rivaldi Dukalang, Adelia Ladja, Hayatun C. Noho, Mariaynti Kasim, Saskia P. Ilahude, Nur Ali Aziz, Dandriyanto Isa, Nurfadila N. Laite, Yulpa Nisa, Adelia

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




