Klasifikasi Sosial Keluarga Inti Anak Broken Home di Desa Hutadaa, Kabupaten Gorontalo
DOI:
https://doi.org/10.37905/sjppm.v2i4.397Keywords:
broken home, keluarga inti, klasifikasi sosialAbstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis klasifikasi sosial keluarga inti anak broken home di Desa Hutadaa, Kecamatan Telaga Jaya, Kabupaten Gorontalo. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa keluarga broken home di desa tersebut tidak hanya berasal dari latar belakang ekonomi rendah, namun juga dari kelompok dengan status sosial yang tinggi seperti PNS dan karyawan swasta. Faktor penyebab utama terjadinya broken home mencakup kegagalan dalam menjalankan peran dan tanggung jawab orang tua, minimnya komunikasi, beban ekonomi, dan ketidakhadiran secara emosional dari salah satu atau kedua orang tua. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakutuhan keluarga memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan emosional dan sosial anak, serta menunjukkan bahwa keretakan rumah tangga dapat terjadi tanpa memandang kelas sosial. Penelitian ini menggunakan teori Struktural Fungsional Talcott Parsons menunjukkan bahwa keluarga memiliki empat fungsi pokok, yaitu sosialisasi anak, stabilisasi kepribadian orang dewasa, pemenuhan kebutuhan ekonomi, dan pengaturan afeksi. Ketika terjadi disfungsi, seperti dalam kasus keluarga broken home, fungsi-fungsi tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya. Sosialisasi anak menjadi terganggu karena absennya figur peran dari salah satu orang tua, stabilitas emosional anak melemah akibat konflik atau perpisahan, dan pengaturan afeksi dalam keluarga tidak lagi memadai. Hal ini berdampak langsung pada ketidakseimbangan dalam perkembangan kepribadian anak serta mengganggu integrasi sosial di lingkungan sekitar. Dengan demikian, disfungsi keluarga menurut Parsons dapat menjelaskan secara sistematis bagaimana struktur keluarga yang tidak utuh dapat menciptakan ketidakstabilan sosial pada anak.
References
Adibah, I. Z. (2017). Struktural Fungsional Robert K. Merton: Aplikasinya Dalam Kehidupan Keluarga. INSPIRASI (Jurnal Kajian Dan Penelitian Pendidikan Islam), 1(2), 171. https://doi.org/10.61689/inspirasi.v1i2.12
Afina, R. S. (2016). Strategi Adaptasi Sosial Ekonomi Menjadi Single Mother (Studi Deskriptif Kualitatif Perempuan Single Mother di Desa Cepokosawit Kecamatan Sawit Kabupaten Boyolali). UNS-F. KIP Jur. Pendidikan Sosiologi Antropologi-K.8412002-2016, 17–18.
Aisah Puspa Lestari. (2021). Dinamika Pemaafan Pada Dewasa Awal Yang Mengalami Broken Home. ( Doctoral dissertation, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta).
Ardilla, & Cholid, N. (2021). Pengaruh broken home terhadap anak. STUDIA: Jurnal Hasil Penelitian Mahasiswa, 6(1), 1–14. https://doi.org/10.32923/stu.v6i1.1968
Dalimuthe, S. (2022). Pola asuh orangtua dalam keluarga di Desa Selat Beting Kecamatan Panai Tengah Kabupaten Labuhanbatu (Skripsi sarjana, Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan). https://etd.uinsyahada.ac.id/8312/
Hadian, V. A., Maulida, D. A., & Faiz, A. (2022). Peran lingkungan keluarga dalam pembentukan karakter. Jurnal Education and Development Institut Pendidikan Tapanuli Selatan, 10(1), 240–246. https://journal.ipts.ac.id/index.php/ED/article/view/3365/2189
Husna, N. S., Octaviani, R., Sahara, Z., & Usiono, U. (2024). Penerapan Metode Diskusi Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Peserta Didik Kelas Iii Di Mis Al-Wardah. Khazanah Pendidikan, 18(1), 53. https://doi.org/10.30595/jkp.v18i1.20311
Khalimah, S. (2025). Pelanggaran Peran Sosial dan Etika Guru: Analisis Kekerasan Seksual di MAN 1 Gorontalo Berdasarkan Teori Talcott Parsons. Sarana Komunikasi Dosen Dan Mahasiswa, 19, 63–71. https://doi.org/10.22225/kw.19.1.2025.63-71
Sitepu, M. T. B. (2022). Komunikasi Interpersonal Orang Tua Tunggal (Single Parent) Dalam Mendidik Anak Perspektif Pola Didik Islam Di Desa Kotaintan Kabupaten Rokan Hulu. http://repository.uir.ac.id/id/eprint/15271%0Ahttps://repository.uir.ac.id/15271/1/179110020.pdf
Statistik, B. P. (n.d.). Jumlah Perceraian Menurut Provinsi dan Faktor, 2022. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/3/YVdoU1IwVmlTM2h4YzFoV1psWkViRXhqTlZwRFVUMDkjMw==/jumlah-perceraian-menurut-provinsi-dan-faktor--2022.html?year=2022
Subhaktiyasa, P. G. (2024). Menentukan populasi dan sampel: Pendekatan metodologi penelitian kuantitatif dan kualitatif. Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan, 9(4), 2721–2731. https://doi.org/10.29303/jipp.v9i4.2657
Sukardi. (2021). Metodologi Penelitian Pendidikan: Kompetensi Dan Praktiknya (Edisi Revisi). Bumi Aksara.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Noval Ismail, Rahmatiah, Sainudin Latare

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.




